Selasa, 02 Januari 2018

Sisi Lain Peter Parker Dalam Spider Man Homecoming



Judul               : Spider-Man “Homecoming”
Jenis Film        : Action, Adventures
Produser          : Kevin Feige, Amy Pascal
Sutradara         : John Watts
Penulis             : John Francis Daley, Jonathan M. Goldstein
Produksi          : Columbia Pictures, Marvel Studios
Pemain            : Tom Holland (Peter Parker), Michael Keaton (Thoomes/Vulture),
Robert Downey Jr (Tony Stark), Zendaya (Michelle), Jacob Batolon
(Ned Leeds), Laura Harrier (Liz Allan), Jon Favreau (Hogan Happy)


Cerita dibuka oleh para pekerja kontraktor swasta yang tengah membersihkan sisa-sisa perang di dekat Avangers Tower. Tiba-tiba kegiatan mereka dihentikan oleh petugas pemerintah dari departemen Damage Control. 


Delapan tahun kemudian


Para pekerja tersebut berganti profesi menjadi pembuat sekaligus penjual senjata ilegal dengan menggunakan material hasil curian sisa-sisa pertempuran Avengers.


Scene berganti pada Peter Parker yang tengah asyik membuat video perjalanan untuk bertemu Tony Stark. Di sana Tony Stark memberinya sebuah kostum spider man super canggih sekaligus meminta Peter Parker tidak melakukan hal berbahaya dan hanya beraksi di area abu-abu saja alias hanya melakukan hal-hal kecil. Tony Stark berjanji akan memanggilnya untuk misi suatu saat nanti.


Beberapa bulan setelah itu panggilan misi tak pernah datang. Meski begitu Peter Parker rutin melaporkan aksi-aksi kecilnya seperti menangkap pencuri sepeda, membantu seorang nenek yang tersesat sampai bersalto demi membuat orang lain senang. 


Ketika sedang melapor pada Happy via voice mail, tanpa sengaja Peter melihat beberapa penjahat tengah membobol ATM dengan menggunakan alat yang terlalu canggih untuk ukuran penjahat jalanan. 


Dalam waktu singkat Spidey berhasil membereskan para penjahat tersebut lantas melaporkan temuannya pada Happy namun tak mendapat tanggapan serius dengan alasan sedang sibuk mengurusi pindahan markas Avengers. Peter yang kecewa pulang ke rumah, ia masuk ke dalam kamar melalui jendela dan merayap di langit-langit tanpa menyadari keberadaan Ned, sahabatnya di sana.


Sejak itu Ned menjadi sangat ceriwis, ia kerap bertanya hal-hal konyol kepada Peter. Dan karena mulut ceriwisnya itu tanpa sengaja membuat mereka berdua diundang ke pesta Liz Allan, kakak kelas yang ditaksir Peter.


Di pesta, Peter bersiap untuk membuat seisi pesta percaya bahwa ia mengenal Spiderman, namun diurungkannya karena merasa itu bukan hal yang dia inginkan. Bertepatan dengan itu Peter melihat cahaya biru yang sama seperti pada alat yang dipakai oleh para perampok ATM. 


Tanpa pikir dua kali Peter Parker langsung menghambur ke sumber cahaya dan berusaha mengagalkan transaksi jual beli senjata canggih dengan percaya diri. Sayangnya tak ada satu penjahat pun yang tertangkap. Spidey bahkan nyaris tewas dilemparkan ke dalam danau oleh Vulture, pemimpin penjahat penjual senjata dengan kostum besi bersayap, kalau saja Iron Man tidak datang tepat waktu.


Keesokan harinya dua anggota Vulture datang ke sekolah untuk mencari senjata mereka yang ditemukan Peter. Beruntung Peter dan Ned melihat mereka lebih dahulu dan memilih bersembunyi untuk kemudian secara diam-diam Peter menaruh pelacak pada salah satu dari mereka.


Bersama Ned, Peter mengawasi pergerakan kelompok Vulture yang ternyata menuju ke Maryland. Demi mengejar para penjahat itu Peter berpura-pura ingin kembali bergabung dengan tim sekolahnya yang akan mengikuti perlombaan Decathlon Academic.


Di kamar saat istirahat Peter mencopot alat pelacak dan meretas kostum spidey-nya. Ia membuka akses ke semua kemampuan yang tersimpan di dalam kostum. Setelah itu ia mengejar kelompok Vulture yang akan merampok iring-iringan mobil Damage Control dan naas ia malah terjebak di dalam gudang penyimpanan.


Di dalam gudang Peter baru mengetahui jika benda berkilau yang ditemukannya dalam senjata milik Volture adalah sejenis energi peledak chitauri. Peter panik karena benda itu ada bersama Ned. Ia mencari cara sedemikian rupa agar bisa keluar namun sia-sia, sampai akhirnya pintu gudang terbuka dengan sendirinya karena hari sudah pagi dan aktifitas gudang kembali berjalan.


Tergesa Peter menemui teman-temannya yang sudah memenangkan kompetisi dan sedang berjalan-jalan di Monumen Washington. Di dalam lift energi peledak chitauri bekerja dan Spidey harus bekerja ekstra agar bisa menyelamatkan mereka semua.


Pasca insiden di Monumen Washington, dengan bantuan sistem pemandu kostumnya Peter mendapatkan informasi keberadaan Vulture yang akan melakukan transaksi di sebuah kapal. Tanpa pikir panjang ia beraksi, pertempurannya dengan Vulture membuat kapal terbelah.


Spidey mati-matian menahan kapal dengan jaringnya namun gagal. Di saat genting Iron Man kembali datang menyelamatkan. Sebagai ganjaran atas kecerobohannya Peter dipecat dan kostumnya disita.


Dalam kesedihan Peter menjalani hari-harinya seperti pelajar kebanyakan. Hubungannya dengan Liz mengalami kemajuan, mereka setuju untuk datang ke acara Homecoming sebagai pasangan. Namun saat menjemput Liz, Peter dibuat kaget oleh kenyataan jika Vulture adalah ayah Liz. 


Vulture mengancam akan membunuh Peter dan orang-orang disekitarnya bila ia mencoba mencampuri urusannya lagi. Sesaat Peter dilema namun memilih meninggalkan Liz dan mengejar Vulture yang terlacak lewat hp Peter yang tertinggal di mobil Vulture. 


Karena kostum canggihnya sudah tidak ada, Peter mengenakan kostumnya sendiri dan meminta Ned untuk memandunya lewat komputer sekolah. Atas permintaan Peter, Ned mengubungi Happy. mencoba memberi tahu jika Vulture akan membajak pesawat pengangkut peralatan Avengers yang akan dipindahkan ke markas baru, sayangnya Happy tak menggubris.


Spidey berjibaku, ia babak belur dihajar Vulture, meski begitu pada akhirnya ia berhasil menyelamatkan Vulture ketika sayapnya meledak.


Atas jasanya Tony Stark menghadiahkan sebuah kostum baru yang lebih canggih, ia juga akan memperkenalkan Peter sebagai bagian dari Avengers secara resmi. Namun tawaran itu ditolak, Peter memilih untuk tetap menjadi kalem di area abu-abunya, lebih dari itu ia tahu bahwa Tony Stark sedang mengujinya.

Sedikit review

Terus terang pertama lihat trailer-nya saya langsung antusias. Di kepala saya bayangan Spider Man versi tengil berseliweran gitu aja, rasanya ga sabar nunggu segera tayang di bioskop.


Wajar kali ya kalau saya sepenasaran itu, soalnya dua versi Spider Man sebelumnya (Versi Tobey & Andrew) terbilang kece, sukses bikin penonton “terbelah”, termasuk saya. Apa versi ini bisa melakukan hal yang sama ? Atau malah nyungsep tak tertolong ?


Dan setelah menonton, saya merasa versi ini layak saya beri tempat tersendiri di hati saya, bukan karena lebih kece dari dua versi sebelumnya tapi lebih kepada film ini berhasil menyuguhkan sisi lain dari seorang Spider Man.


Memvisualkan Spider Man sebagai anak remaja umur lima belas tahun adalah ide segar. Kekonyolan demi kekonyolan khas anak baru gede menyisihkan kesan “berat” seorang super hero.


Ditambah tokoh antagonis yang muncul dari alasan “demi menghidupi anak istri” semakin membuat film ini terasa humanis


Meski begitu bukan berarti keseluruhan isi film ini enteng loh, banyak aksi yang tak kalah kece dari versi sebelumnya, lumayan bisa ngobatin rasa kangen lah.


Terlepas dari segala kekurangannya di mata saya film ini cukup bagus. Jika ada sekuelnya saya berharap porsi lucunya bisa dibanyakin hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Taman Limo Cikarang, Tempat Rekreasi Keluarga Yang Ramah Di Kantong

Sudah menjadi rahasia umum tinggal di kawasan industri rentan akan stres dan depresi. Banyak faktor pencetus dari mulai polusi, jam ke...