Judul : Cool Gel Attack
Gender : Comedy, drama
Sutradara : Jaturong Mokjok
Produser : Paiboon Damrongchaitham, Boosaba Daoruang
Tahun rilis : 2010
Skenario : Sompope Vejchapipat
Pemain : Jaturong Mokjok (Teerachai)
Jimchuanchuen (Maew)
Nattapong Chatphong (Sommhai)
Patarasaya Peak (Moo Dong)
Berkisah tentang Meaw dan Teerachai, dua pria bertetangga yang
selalu berseteru. Perseteruan dimulai oleh masalah cerobong asap dari pabrik
bakpao Teerachai membuat es batu di pabrik Meaw menjadi cepat meleleh lantas
berkembang ke hal-hal sepele lainnya.
Di tengah ketidakakuran dua pria tersebut ada cinta yang
tumbuh antara Sommhai keponakan Meaw dengan Moo Dong yang merupakan putri Teerachai.
Suatu malam Sommhai mengendap menemui Moo Dong namun tanpa sengaja ia melihat
Teerachai sedang menambahkan borax ke dalam adonan bakpaonya. Tepat saat itu di
langit tampak sebuah benda bercahaya jatuh dan mengagetkan keduanya.
Benda bercahaya tadi jatuh di sekitar halaman rumah Teerachai
dan ke dalam wadah berisi air di sebuah rumah yang putri penghuninya sedang
mengalami demam. Benda itu berubah menjadi bongkahan cool gel berwarna putih kebiruan seperti ulat. Tanpa sadar sang
ayah yang mengira benda itu adalah gel penurun panas memakainya untuk mengompres
sang anak. Setelah mereka keluar kamar, benda tesebut tampak menghisap darah si
anak seperti lintah.
Kembali ke rumah dua pria bertetangga kita, mereka bertemu
untuk membicarakan masalah rumah mereka yang terancam dibeli paksa oleh gengster
yang berpengaruh di daerah tersebut. Sayangnya bukannya mencari solusi mereka
malah bertengkar seperti biasa.
Dan hari ketika gengster tersebut berkunjung datang, di rumah
Teerachai ia kemasukan ulat aneh tersebut dan mati membeku. Semua orang
terkejut apalagi ketika menyadari ulat tersebut ternyata tak hanya satu, mereka
bereproduksi dan bertelur dengan telur yang berbentuk mirip bakpao. Sialnya
lagi mereka bisa membesar hingga hampir seukuran rumah, membuat semua orang kelimpungan.
Terdesak situasi dua tetetangga tersebut akhirnya berunding
membuat strategi untuk menjebak ulat raksasa itu ke dalam kolam es di rumah
Meaw, karena ternyata ulat tersebut tidak tahan dingin.
Sebagai umpan dipilihlah Sommhai, dengan ketar ketir ia
mengambil telur-telur ulat agar induknya mengikuti. Rencana berjalan sukses
sejauh itu, induk ulat dan sebagian telurnya berhasil ditenggelamkan namun
tanpa diduga ia mengeluarkan tentakel (entah itu lidah atau apalah namanya
hehe) untuk menarik kaki Sommhai hingga ikut terjauh ke dalam kolam. Demi
menyelamatkan keponakan dan Teerachai yang berusaha menolong Sommhai (dengan
tidak sengaja karena Meaw menendang bokongnya) mereka menurunkan suhu kolam.
Merasa sudah menang mereka pun bersorak sorai, tapi ternyata masih
eksis, salah satu ulat kecil tersebut masuk ke dalam tubuh putra Teerachai.
Semua orang panik mengira putra Teerachai mati namun mendadak ulat itu keluar
dari tubuhnya dan mati tanpa sebab yang jelas. Mereka mulai menduga-duga apa yang
terkandung di dalam tubuh putra Teerachai hingga bisa membuat ulat tersebut
mati. Teerachai ingat bahwa putranya sedang mencoba membuat resep bakpao baru
yaitu bakpao pete dan terasi.
Trial & error pun dilakukan, pertama mereka
melemparkan pete ke dalam mulut ulat raksasa namun gagal, petenya dilepeh ke
wajah Teerachai. Percobaan kedua memakai terasi kembali gagal, kali ini Meaw
yang terkena lepehan. Dalam situasi genting Sommhai teringat sesuatu, ia
berlari mengambil borax milik Teerachai dan melemparkannya ke dalam mulut ulat
raksasa. Ajaib, si ulat meleleh dan mati.
Setelah semua kehebohan itu hubungan Teerachai dan Meaw pun mulai
membaik
.
.
Sedikit review
Basic film ini memang komedi maka tak
heran sepanjang film kita akan disuguhkan dengan begitu banyak rangkaian joke. Sayangnya ada beberapa yang tidak
tereksekusi dengan manis, entah karena timing
yang kurang tepat atau hal lainnya. Meski begitu tema cerita yang nyeleneh
tentang “monster ulat” yang mirip cool gel dengan segala keanehannya menjadi
hal yang menguatkan film.
Konsep borax bisa membunuh monster ulat yang diangkat pun
cukup membuat hati terenyuh. Pembuat film terbilang sukses menyampaikan pesan
moral dengan cara yang smooth dan
manis tanpa terkesan menggurui.
Over all saya tetap suka film ini terlepas
dari beberapa kekurangannya dan yang terpenting hatur nuhun sudah membuat malam minggu jomblo ini ngga kelabu
kelabu amat hehe..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar