Judul :
Spider-Man “Homecoming”
Jenis Film :
Action, Adventures
Produser :
Kevin Feige, Amy Pascal
Sutradara :
John Watts
Penulis :
John Francis Daley, Jonathan M. Goldstein
Produksi :
Columbia Pictures, Marvel Studios
Robert Downey Jr (Tony Stark),
Zendaya (Michelle), Jacob Batolon
(Ned Leeds), Laura Harrier
(Liz Allan), Jon Favreau (Hogan Happy)
Cerita dibuka oleh para pekerja kontraktor swasta
yang tengah membersihkan sisa-sisa perang di dekat Avangers Tower. Tiba-tiba kegiatan
mereka dihentikan oleh petugas pemerintah dari departemen Damage Control.
Delapan tahun kemudian
Para pekerja tersebut berganti profesi menjadi
pembuat sekaligus penjual senjata ilegal dengan menggunakan material hasil
curian sisa-sisa pertempuran Avengers.
Scene berganti pada Peter Parker yang tengah asyik
membuat video perjalanan untuk bertemu Tony Stark. Di sana Tony Stark memberinya
sebuah kostum spider man super canggih sekaligus meminta Peter Parker tidak
melakukan hal berbahaya dan hanya beraksi di area abu-abu saja alias hanya
melakukan hal-hal kecil. Tony Stark berjanji akan memanggilnya untuk misi suatu
saat nanti.
Beberapa bulan setelah
itu panggilan misi tak pernah datang. Meski begitu Peter Parker rutin melaporkan
aksi-aksi kecilnya seperti menangkap pencuri sepeda, membantu seorang nenek
yang tersesat sampai bersalto demi membuat orang lain senang.
Ketika sedang melapor pada
Happy via voice mail, tanpa sengaja
Peter melihat beberapa penjahat tengah membobol ATM dengan menggunakan alat yang
terlalu canggih untuk ukuran penjahat jalanan.
Dalam waktu singkat
Spidey berhasil membereskan para penjahat tersebut lantas melaporkan temuannya
pada Happy namun tak mendapat tanggapan serius dengan alasan sedang sibuk mengurusi
pindahan markas Avengers. Peter yang kecewa pulang ke rumah, ia masuk ke dalam
kamar melalui jendela dan merayap di langit-langit tanpa menyadari keberadaan Ned,
sahabatnya di sana.
Sejak itu Ned menjadi
sangat ceriwis, ia kerap bertanya hal-hal konyol kepada Peter. Dan karena mulut
ceriwisnya itu tanpa sengaja membuat mereka berdua diundang ke pesta Liz Allan,
kakak kelas yang ditaksir Peter.
Di pesta, Peter bersiap
untuk membuat seisi pesta percaya bahwa ia mengenal Spiderman, namun
diurungkannya karena merasa itu bukan hal yang dia inginkan. Bertepatan dengan itu Peter
melihat cahaya biru yang sama seperti pada alat yang dipakai oleh para perampok
ATM.
Tanpa pikir dua kali
Peter Parker langsung menghambur ke sumber cahaya dan berusaha mengagalkan
transaksi jual beli senjata canggih dengan percaya diri. Sayangnya tak ada satu
penjahat pun yang tertangkap. Spidey bahkan nyaris tewas dilemparkan ke dalam
danau oleh Vulture, pemimpin penjahat penjual senjata dengan kostum besi
bersayap, kalau saja Iron Man tidak datang tepat waktu.
Keesokan harinya dua anggota
Vulture datang ke sekolah untuk mencari senjata mereka yang ditemukan Peter.
Beruntung Peter dan Ned melihat mereka lebih dahulu dan memilih bersembunyi
untuk kemudian secara diam-diam Peter menaruh pelacak pada salah satu dari
mereka.
Bersama Ned, Peter
mengawasi pergerakan kelompok Vulture yang ternyata menuju ke Maryland. Demi
mengejar para penjahat itu Peter berpura-pura ingin kembali bergabung dengan
tim sekolahnya yang akan mengikuti perlombaan Decathlon Academic.
Di kamar saat istirahat
Peter mencopot alat pelacak dan meretas kostum spidey-nya. Ia membuka akses ke
semua kemampuan yang tersimpan di dalam kostum. Setelah itu ia mengejar
kelompok Vulture yang akan merampok iring-iringan mobil Damage Control dan naas ia malah terjebak di dalam gudang
penyimpanan.
Di dalam gudang Peter
baru mengetahui jika benda berkilau yang ditemukannya dalam senjata milik
Volture adalah sejenis energi peledak chitauri.
Peter panik karena benda itu ada bersama Ned. Ia mencari cara sedemikian rupa
agar bisa keluar namun sia-sia, sampai akhirnya pintu gudang terbuka dengan
sendirinya karena hari sudah pagi dan aktifitas gudang kembali berjalan.
Tergesa Peter menemui
teman-temannya yang sudah memenangkan kompetisi dan sedang berjalan-jalan di
Monumen Washington. Di dalam lift energi peledak chitauri bekerja dan Spidey harus bekerja ekstra agar bisa
menyelamatkan mereka semua.
Pasca insiden di
Monumen Washington, dengan bantuan sistem pemandu kostumnya Peter mendapatkan
informasi keberadaan Vulture yang akan melakukan transaksi di sebuah kapal.
Tanpa pikir panjang ia beraksi, pertempurannya dengan Vulture membuat kapal
terbelah.
Spidey mati-matian
menahan kapal dengan jaringnya namun gagal. Di saat genting Iron Man kembali
datang menyelamatkan. Sebagai ganjaran atas kecerobohannya Peter dipecat dan
kostumnya disita.
Dalam kesedihan Peter
menjalani hari-harinya seperti pelajar kebanyakan. Hubungannya dengan Liz
mengalami kemajuan, mereka setuju untuk datang ke acara Homecoming sebagai pasangan. Namun saat menjemput Liz, Peter dibuat
kaget oleh kenyataan jika Vulture adalah ayah Liz.
Vulture mengancam akan
membunuh Peter dan orang-orang disekitarnya bila ia mencoba mencampuri
urusannya lagi. Sesaat Peter dilema namun memilih meninggalkan Liz dan mengejar
Vulture yang terlacak lewat hp Peter yang tertinggal di mobil Vulture.
Karena kostum
canggihnya sudah tidak ada, Peter mengenakan kostumnya sendiri dan meminta Ned
untuk memandunya lewat komputer sekolah. Atas permintaan Peter, Ned mengubungi
Happy. mencoba memberi tahu jika Vulture akan membajak pesawat pengangkut
peralatan Avengers yang akan dipindahkan ke markas baru, sayangnya Happy tak
menggubris.
Spidey berjibaku, ia
babak belur dihajar Vulture, meski begitu pada akhirnya ia berhasil
menyelamatkan Vulture ketika sayapnya meledak.
Atas jasanya Tony Stark
menghadiahkan sebuah kostum baru yang lebih canggih, ia juga akan
memperkenalkan Peter sebagai bagian dari Avengers secara resmi. Namun tawaran
itu ditolak, Peter memilih untuk tetap menjadi kalem di area abu-abunya, lebih
dari itu ia tahu bahwa Tony Stark sedang mengujinya.
Sedikit
review
Terus terang pertama
lihat trailer-nya saya langsung
antusias. Di kepala saya bayangan Spider Man versi tengil berseliweran gitu
aja, rasanya ga sabar nunggu segera tayang di bioskop.
Wajar kali ya kalau
saya sepenasaran itu, soalnya dua versi Spider Man sebelumnya (Versi Tobey
& Andrew) terbilang kece, sukses bikin penonton “terbelah”, termasuk saya.
Apa versi ini bisa melakukan hal yang sama ? Atau malah nyungsep tak tertolong
?
Dan setelah menonton,
saya merasa versi ini layak saya beri tempat tersendiri di hati saya, bukan
karena lebih kece dari dua versi sebelumnya tapi lebih kepada film ini berhasil
menyuguhkan sisi lain dari seorang Spider Man.
Memvisualkan Spider Man
sebagai anak remaja umur lima belas tahun adalah ide segar. Kekonyolan demi
kekonyolan khas anak baru gede menyisihkan kesan “berat” seorang super hero.
Ditambah tokoh
antagonis yang muncul dari alasan “demi menghidupi anak istri” semakin membuat
film ini terasa humanis.
Meski begitu bukan
berarti keseluruhan isi film ini enteng loh, banyak aksi yang tak kalah kece
dari versi sebelumnya, lumayan bisa ngobatin rasa kangen lah.
Terlepas dari segala
kekurangannya di mata saya film ini cukup bagus. Jika ada sekuelnya saya
berharap porsi lucunya bisa dibanyakin hehe